Tampilkan postingan dengan label Cerita Panas. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Cerita Panas. Tampilkan semua postingan

cerita dewasa cerita sex 2018 aku di setubuhi atasan ku

Mei 25, 2018

cerita dewasa cerita sex aku di setubuhi atasan ku



aku di setubuhi atasan ku

Ahhhh . Aku hanya bisa mendesah pendek karena kesal saat suamiku sudah berejakulasi padahal penetrasinya baru berjalan kurang dari dua menit saja, sedangkan aku sendiri baru mulai menikmati persetubuhan ini.
Seharusnya aku bisa maklum karena ini adalah pengalaman pertama bagi suamiku yang baru melangsungkan pernikahan denganku. Sedangkan aku sudah lebih dari empat tahun mengenal seks dan secara rutin berhubungan badan. Sehingga dengan tanpa sadar tadi pun aku membantu suamiku memasukkan penisnya ke dalam liang vaginaku.
Tentu saja suamiku bahkan keluargaku sendiri tidak pernah tahu mengenai pengalaman seksku selama ini karena dari penampilan dan aktivitasku sehari-hari terlihat biasa-biasa saja. Hal itu dimungkinkan karena aku hanya berhubungan badan dengan orang yang sama terus. Walaupun demikian aku sudah siapkan alasan kalau suamiku nanti mempermasalahkan tidak adanya pendarahan saat malam pertama.
Namaku Tini, aku bekerja sebagai sekretaris di sebuah perusahaan pelayaran kapal barang. Umurku waktu menikah adalah 28 tahun, tapi aku kehilangan keperawananku pada umur 23 tahun saat aku berkerja sebagai sekretaris di sebuah perusahaan telekomunikasi. Di bawah ini adalah ceritaku mengenai pengalaman seksku yang pertama.
——– oo0oo ———
Hari ini adalah hari terakhir bossku ada di kantor cabang Bandung ini, karena mulai besok beliau akan digantikan oleh orang baru yang dipilih oleh kantor pusat. Bossku memang mendapat promosi dari kepala cabang di Bandung menjadi direktur di Jakarta. Padahal aku belum sampai dua bulan bekerja sebagai sekretaris di sini, sehingga selain harus beradaptasi dengan tempat kerja yang baru aku juga harus beradaptasi dengan boss baru. Di tempat kerjaku ini, aku adalah karyawan yang paling muda karena karyawan lainnya rata-rata 10 tahun lebih tua.
Calon boss yang baru juga sudah datang karena hari ini akan menjadi hari serah terima de facto kantor cabang Bandung dari boss lama ke boss yang baru. Ternyata boss baru ini masih muda, umurnya masih sekitar 26-27 tahun dengan badan yang tinggi besar dan cukup tampan dengan kumisnya yang tebal. Pak Yanto adalah nama boss baruku itu, beliau sudah berkeluarga dengan dua anak ; seorang putri dan seorang putra.
Pak Yanto ternyata membawa gaya kepemimpinan yang sama sekali berbeda dan membawa moderenisasi dalam bekerja. Karyawan-karyawan yang asalnya terbiasa dengan kerja individual sekarang dipaksa kerja secara kolektif dalam suatu team work. Semua karyawan tanpa kecuali harus melek teknologi dan untuk itu boss baru tidak segan-segan turun sendiri mengajari. Sebagai sekretaris akupun banyak belajar dari beliau tetang berbagai hal dan karena aku adalah karyawan yang paling sering berinteraksi dengan beliau tentunya aku punya paling banyak kesempatan untuk belajar .
Pelahan-lahan mulai muncul rasa kagumku pada pak Yanto dan mulai mengidamkan mendapatkan jodoh seperti beliau atau mendekati kemampuan beliau. Berbeda dengan karyawan pria lain yang suka memandang rendah bahkan melecehkan sesama karyawan wanita, pak Yanto sangat santun kepada wanita baik itu karyawannya maupun bukan. Hal ini membuat muncul rasa sayangku pada pak Yanto karena aku merasa bisa berlindung kepada beliau.
Kombinasi rasa hormat, kagum dan sayang membuat aku merasa selalu ingin dekat dengan beliau, sehingga saat kami sedang berdua aku kadang-kadang bersikap agak manja dan kelihatannya beliau tidak keberatan. Lambat laun aku mulai melihat bahwa pak Yanto pun mulai merasa nyaman kalau dekat dengan aku. Walaupun demikian kesempatan kami bisa berdua hanya saat berada di kantor saja sehingga semua urusan adalah berkaitan dengan pekerjaan dan pak Yanto tidak pernah mencoba mengajakku keluar berdua selain karena urusan kantor.
Hingga pada suatu waktu kantor Bandung harus bertindak sebagai tuan rumah pelatihan produk baru dari perusahaan dan pada akhir acara semua peserta ingin berwisata ke Ciater Subang. Walaupun aku bukan peserta training, tapi sebagai wakil panitia aku harus menemani mereka berwisata ke sana. Seperti yang aku khawatirkan sebelumnya, sebagai wanita satu-satunya dimana peserta lainnya adalah pria, aku menjadi bulan-bulanan yang cenderung melecehkan.
Untung saja pak Yanto segera melihatnya sehingga bisa menarikku dan mengajakku pulang lebih awal karena teman-teman kantor Bandung yang lain pun tidak bisa diandalkan untuk melindungi aku. Akhirnya aku pulang berduaan saja dengan pak Yanto dan pada kesempatan sepanjang perjalanan kembali ke Bandung kami manfaatkan untuk mengobrolkan hal-hal diluar perkerjaan bahkan ke hal-hal yang agak pribadi.
Udah hampir sampai Bandung nih kata pak Yanto Enaknya ke mana dulu ya ?
Lho kenapa ga langsung pulang ? Kataku keheranan Bukankah bapak biasa ada acara bersama keluarga kalau malam minggu seperti sekarang ?
Saya sudah tanggung nih ijin pulang malam ke istriku untuk nemenin orang-orang tadi jelas pak Yanto
Kalau begitu terserah bapa saja deh kataku dengan perasaan campur aduk antara senang bisa bersama beliau di malam minggu dengan rasa takut bepergian dengan suami orang.
Okay Jadi malam ini kita akan malam mingguan berdua ya Sahut beliau sambil tersenyum.
Malam itu kami seperti orang yang baru jadian pacaran, walaupun masih serba canggung tapi penuh dengan gairah yang menggebu. Apalagi beliau juga langsung bergerak cepat dengan tidak ragu-ragu lagi untuk memeluk dan menciumi pipiku setiap ada kesempatan.
Menjelang tengah malam pak Yanto mengantarkanku pulang dan untuk pertama kalinya aku merasakan ciuman bibir dari laki-laki di dalam mobil sesaat sebelum masuk ke rumah.
Semalaman aku hampir tidak bisa tidur karena semua kejadian beberapa jam bersama bossku itu seperti diputar berulang-ulang dikepalaku. Perasaanku sangat bahagia karena langsung dimabuk cinta walaupun itu cinta terlarang. Selama ini aku tidak pernah benar-benar pacaran dengan beberapa pria yang bergantian mencoba mendekatiku, mereka hanya aku jadikan teman dekat sampai mereka menjauh sendiri.
Sejak hari itu pak Yanto selalu mengajakku keluar setiap hari Sabtu, kebanyakan hanya dari pagi sampai sore, jarang sekali bermalam mingguan lagi. Kadang-kadang kami juga keluar malam sepulangnya dari kantor untuk nonton filem di bioskop atau makan malam bareng. Walaupun demikian aku menganggap kami sudah jadian, apalagi pak Yanto sudah mengajari aku berciuman bibir dengan permainan lidahnya.
Tidak sampai sebulan payudaraku sudah mulai di remas-remasnya ketika kami berciuman. Waktu pertama kali dilakukan hanya dari luar baju tapi untuk yang selanjutnya sudah merogoh langsung ke balik BHku setelah melepas kancing baju dan mengangkat cup BHku. Terus terang aku sama sekali tidak memberikan penolakan atas aksi bossku yang ini karena aku sendiri sangat menikmatinya, apalagi kalau remasannya diselingi permainan jari-jarinya pada putingku.
Tidak puas dengan meremas payudaraku, beliau juga mulai mengusap-usap vaginaku kalau aku kebetulan sedang memakai rok. Untuk aksi beliau ini aku sempat menolak karena aku masih perawan dan itu yang kusampaikan kepadanya, tapi bossku bilang bahwa dia hanya akan mengusapnya dari luar celana dalam saja tidak sampai menyentuh langsung vaginaku. Walaupun awalnya ragu-ragu tapi akhirnya aku mengijinkannya apalagi ternyata sentuhan beliau pada vagina membuat aku mulai mengenal apa yang namanya orgasme.
Bapaaaa Tini sudah ga tahaaannnn itulah teriakan khasku pada saat mencapai orgasme yang terasa seperti sangat ingin pipis tetapi penuh kenikmatan. Kata bossku aku mempunyai libido yang tinggi karena cukup dengan ciuman panjang dengan remasan di payudara dan permainan jari diluar vagina, aku bisa mencapai orgasme berkali-kali sampai celana dalamku basah kuyup seperti ngompol tapi cairannya lebih kental dan sangat lengket.
Sebenarnya aku sangat risi karena kami selalu melakukannya di dalam mobil yang diparkir di tempat umum atau di ruangan beliau di kantor. Apalagi biasanya dalam sekejap pak Yanto bisa membuat bajuku berantakan. Tapi dengan hubungan cinta terlarang seperti kami hampir tidak mungkin melakukannya di rumah sampai akhirnya tiba hari itu
Pada suatu hari aku beri tahu pak Yanto bahwa pada minggu ini aku hanya hanya sendirian di rumah sampai hari Minggu karena orang-orang rumah sedang mudik ke Bumi Ayu (Jawa Tengah) kampung halamanku. Jadi aku menawarkan ke beliau untuk kencan di rumahku saja sekalian menemani aku menjaga rumah. Saat itu hubungan kami sudah berjalan hampir tiga bulan dan aku sama sekali tidak memikirkan kemungkinan apa yang akan terjadi kalau hanya berduaan dengan bossku di rumah yang kosong.
Hari Sabtu pagi aku sudah tak sabar menunggu pak Yanto di rumahku, ada perasaan senang di hatiku karena akan bisa berkencan dengan beliau tanpa ada rasa khawatir seperti yang biasa kami lakukan. Rasa senang ini menimbulkan rasa kangen yang amat sangat kepada pak Yanto, padahal baru kemarin kami bercumbu di mobil saat diantarnya pulang. Akhirnya beliau datang juga dengan menenteng satu kantung kecil warna gelap (yang belakangan kuketahui berisi kondom dan pelumas). Sesuai permintaanku sebelumnya beliau memarkir mobilnya agak jauh dari rumahku supaya tetap memberi kesan rumahku kosong sehingga kencan kami tidak terganggu oleh saudara atau teman yang tiba-tiba datang berkunjung.
Setelah mengunci pagar dari arah luar dan mengunci pintu masuk, aku langsung menubruk dan memeluk pak Yanto yang saat itu sedang meletakkan kunci mobil dan tas kecilnya di atas meja makan. Beliau langsung membalasnya dengan menciumku penuh kehangatan seolah-olah juga baru bertemu kembali denganku. Dengan tanpa melepaskan pangutan dibibir, kami kemudian bergerak untuk duduk di karpet depan pesawat TV. Pak Yanto sengaja mendudukkan aku di atas bantal-bantal yang ada supaya tinggi kami menjadi seimbang.
Setelah puas melepas kangen dengan berciuman, pak Yanto kemudian melepas bajuku kemudian BHku pun dilepasnya sehingga bagian atas tubuhku kini telanjang. Aku hanya bisa tertunduk malu karena selama ini belum pernah bercumbu sampai benar-benar melepaskan baju. Setelah aku tunggu beberapa saat aku mulai merasa heran karena pak Yanto tidak juga segera beraksi setelah menelanjangi bagian atas tubuhku. Aku coba memberanikan diri mengangkat mukaku untuk melihat ke arah beliau, ternyata pak Yanto sedang mengamati dengan seksama payudaraku dengan ekspresi kagum. Bossku ini rupanya juga sudah melepas baju atasnya sehingga kami sama-sama bertelanjang dada sekarang.
Tini, aku baru sadar ternyata besar sekali payudara kamu ! akhirnya beliau berkomentar Bukan sekedar besar tetapi benar-benar hampir bulat sempurna dengan letak putting di tengah-tengah
Ba .. bapa gak suka ? kataku agak khawatir karena aku tahu ukuran payudara istrinya tergolong normal sedangkan semua perempuan di keluargaku payudaranya memang besar-besar, bahkan ukuran payudaraku masih tergolong kecil kalau dibandingkan mereka.
Saya suka sekali, terutama karena bentuknya yang benar-benar membulat Jawabnya Hanya saja saya kaget karena tidak menyangka sebesar ini terutama kalau dilihat dari ukuran tubuh kamu yang kecil
Tapi yang jelas payudara kamu sangat kenyal lanjutnya sambil tersenyum nakal Sehingga terlihat selalu membusung walaupun sudah tidak menggunakan BH lagi
Sambil bicara pak Yanto mulai memegang-megang kedua payudaraku dengan kedua tangannya kemudian langsung memangut bibirku. Ciuman beliau kali ini tidak hanya ke bibir saja, tapi juga pada kupingku leherku, dadaku dan juga putting payudaraku yang berwarna coklat kehitaman. Remasan pada satu payudara bersamaan dengan isapan-isapan yang disertai gigitan kecil pada putting payudara yang lainnya membuat aku dengan cepat merasa melayang.
Ahhhh ahhhhbapaaaaaaahhh Celotehku dengan mulut yang menganga dan mata yang susah fokus karena mendapat kenikmatan yang datang tiba-tiba.
Posisi tubuhku kemudian dirubah menjadi setengah berbaring sehingga bossku bisa lebih leluasa mencumbuku. Nafsu berahiku meningkat dengan cepat, aku mulai merasakan celana dalamku menjadi lebih lembab oleh cairan yang keluar di sana.
Bapaaaaa . TIni sudah ga tahaaaan . Teriakku seperti biasa kalau sudah mencapai orgasmeku. Saat itu aku ingin pak Yanto mengelus-elus vaginaku yang basah dari luar celana dalamku, tapi sekarang beliau tidak melakukannya mungkin kah karena aku masih pakai celana jeans ?
Tapi karena berahiku sudah sampai ke ubun-ubun maka aku tarik tangan kanan pak Yanto ke arah selangkanganku sebagai isyarat keinginanku. Beliau rupanya bisa menangkap maksudku, tapi karena terhalang oleh celana jeans maka beliau berinisiatif membuka kancing celanaku dan resletingnya dengan satu tangannya supaya bisa menjangkau celana dalamku.
Pinggang celana jeansku yang tinggi (sampai pusar) rupanya masih menyulitkan beliau sehingga membuatnya jadi tidak sabar. Beliau lalu berhenti mencumbuku dan dengan gerakan cepat beliau menarik celana jeans dan celana dalamku sekaligus sampai terlepas. Tidak berhenti di sana, pak Yanto pun kemudian melepaskan celana dan celana dalamnya sendiri dengan masih dalam posisi duduk di karpet sehingga kami berdua sekarang dalam kondisi telanjang bulat.
Tubuhku yang telanjang berada dalam posisi badan setengah terbaring di karpet bersandar pada bantal dengan kedua kaki yang mengangkang. Saat itu aku sudah tidak begitu peduli dengan keadaanku karena yang aku inginkan adalah pak Yanto segera mengelus-elus vaginaku seperti biasanya.
Tanpa menunggu lama-lama pak Yanto langsung menindih kemudian menciumi bibirku sedangkan tangan kanannya mengelus-elus vaginaku tanpa terhalang celana dalam lagi. Sentuhan langsung tangan bossku pada vagina ternyata terasa jauh lebih nikmat dari biasanya sehingga tensi berahiku mulai meninggi lagi setelah orgasme pertama tadi. Apalagi saat pak Yanto menggunakan jari-jarinya mempermainkan kelentitku sambil menggesek-gesek liang vaginaku yang sudah semakin basah.
Hhhhmmmmpphhh . Hmmmmmppphhhh.. jeritanku masih tertahan oleh ciuman pak Yanto.
Beliau kemudian beralih menciumi dan menjilati kedua putting payudaraku secara bergantian membuat tubuhku bergelinjang dengan hebat karena diserang rasa geli yang menimbulkan kenikmatan yang luar biasa. Jari-jarinya yang ada di vagina juga terus beraksi dengar berputar-putar di sekitar liangnya sehingga vaginaku terasa mulai merekah dan semakin basah.
Ahhhh.bapa ahhhh . Ahhhhh enaakkk ahhh Aku hanya bisa menjerit-jerit sebagai ekspresi kenikmatan.
Pak Yanto adalah laki-laki pertama yang aku anggap sebagai pacar dan juga yang pertama menyentuh tubuhku. Cara beliau memperlakukanku membuat aku tidak bisa menolak permintaannya, bahkan membuatku selalu ketagihan dan merindukan beliau melakukannya lagi, lagi dan lagi. Walaupun selama tiga bulan perpacaran keperawananku masih belum terusik, tapi kali ini jadi lain ceritanya
Ga tahan pa Tini sudah ga tahan Bapa . ooohhhhh Teriakku saat merasakan orgasme lagi.
Setelah mengejang beberapa kali karena kenikmatan luar biasa yang kurasakan, tubuhku menjadi lemah lunglai. Aku mengangkat kedua tanganku ke arah beliau sebagai tanda ingin dipeluk, tapi pak Yanto malah bangun dan berlutut diantara kedua kakiku sambil menarik kakiku sedikit untuk membuat posisiku badanku berbaring secara sempurna. Kedua kakiku dipentangkannya lebar-lebar dan tanpa ragu-ragu beliau langsung memangut vaginaku dengan bibir dan lidahnya sehingga sekarang kepala bossku itu ada diselangkanganku.
Bapa apa yang .Uuuuhhhhhh ..akkkkhhhhhhhh..shhhhhhhh aku sempat kaget dan ingin bertanya apa yang dilakukannya itu tapi sebelum kalimatku lengkap aku sudah disergap lagi rasa nikmat dari permainan lidah dan bibir beliau di vaginaku.
Bibirnya mulai menciumi kelentitku sedangkan lidahnya menari-nari menjelajahi sisi dalam vaginaku yang sudah mulai merekah. Kadang-kadang ujung lidahnya terasa bergerak keluar masuk kedalam liang vaginaku yang walaupun tidak masuk terlalu dalam tapi mendatangkan sensasi yang luar biasa. Aku mulai menggerak-gerakkan pinggul dan pantatku mengikuti tarian lidahnya sedangkan kedua tanganku meremas-remas rambut bossku dengan gemas.
Pak Yanto seperti tidak memperdulikan cairan vaginaku yang semakin membanjir dan bibir vaginaku semakin membengkak . Beliau bahkan mulai menggigiti kelentitku dan diselingi sapuan lidahnya yang kasar mengelilingi kulit kelentik yang sensitif membuat tubuhku mulai bergetar dengan hebat menahan rasa nikmat yang dahsyat.
Akkkkkhhhhhhhhhhhga tahan bapa Tini ga tahan lagi .akkkkkkhhhhh Aku mengerang dengan badan hampir melenting karena nikmatnya.
Pada saat nafasku masih memburu dan tersengal-sengal karena dihantam kenikmatan, aku lihat pak Yanto kembali pada posisi berlutut dan masih berada diantara kedua kakiku. Kemudian beliau maju lebih mendekat ke selangkanganku sambil tangan kanannya seperti menggenggam sesuatu yang kemudian diarahkannya pada vaginaku.
Aku belum pernah melihat kemaluan atau penis orang dewasa, aku hanya pernah melihat penis anak kecil keponakanku saat aku diminta memandikan mereka. Walaupun bentuk dan ukurannya jauh berbeda, tapi aku yakin benda yang dipegang beliau itu adalah penisnya sendiri. Pengetahuan seksku memang sangat minim kalau tidak bisa dibilang nol, tapi naluriku mengatakan bahwa pak Yanto sekarang sedang berniat menyetubuhi aku.
Seketika timbul rasa takutku dan juga rasa menyesal karena telah mengundang pak Yanto ke rumahku yang sedang kosong supaya kami bisa bercumbu lebih bebas. Tapi badanku sudah sangat lemas karena tiga kali orgasme dan rasa takut membuatku malah semakin lemas saja sehingga akhirnya hanya bisa merasa pasrah kepada keadaan ini. Aku hanya mencoba memejamkan mata supaya pikiranku tidak merekam memori visual dari peristiwa yang mungkin kuanggap akan kusesali seumur hidup.
Kurasakan pak Yanto sudah berada di atas tubuhku dengan bertopang pada tangan kirinya, sedangkan tangan kanannya membawa kepala penisnya bergesekan dengan kelentitku. Rasa nikmat yang ditimbulkannya sedikit banyak mulai mengurangi rasa gelisah akibat ketakutanku tadi. Pak Yanto juga kadang-kadang membawa penisnya ke muka liang vaginaku dan melakukan gerakan berputar seolah-olah ingin membesarkan ukuran liangnya yang setahuku sangat sempit.
Shhhhhhhshhhhhshhh Tanpa bisa kucegah mulutku mengeluarkan suara desisan nikmat yang seirama dengan gerakan tangan kanan beliau.
Tiba-tiba aku merasakan kepala penis pak Yanto tidak lagi berputar-putar dimulut liang vaginaku, tetapi aku merasakan penis pak Yanto tersebut mulai terasa dijejalkan masuk ke dalam liang vaginaku. Daging penis beliau yang padat terasa menyakitkan saat memasuki liang vaginaku yang sudah merekah basah dan licin.
Aduuuuuhh.sakiiit aduuuhhhbapasakit sekali aduuhhhh Aku hanya bisa mengaduh pelan-pelan sambil mengangkat kedua tanganku untuk berpegangan pada pinggiran bantal yang menyangga kepalaku sehingga bisa meremas-remasnya saat merasa sakit.
BLESSSSS . Seluruh batang penisnya akhirnya masuk dengan sempurna dengan tidak terlalu sulit karena sudah siap akibat cumbuan-cumbuan luar biasa yang dilakukan tadi.
Sakit ya sayang ? Tanya bossku sambil memperbaiki posisi badannya tanpa merubah posisi penisnya dalam liang vaginaku.
Aku hanya mengangguk perlahan dan tanpa terasa ada butir-butir air mata muncul di ujung mataku yang terpejam. Pak Yanto dengan lembut mencium air mata pada ujung mataku dan mengelus-elus rambutku yang panjang dan tebal.
Uuuuhhhhhh . Aku kembali mengeluh pelan saat pak Yanto mulai melakukan gerakan maju mundur pada penisnya dengan perlahan. Beliau lalu memelukku dengan erat sehingga kedua tanganku pun sekarang dalam posisi melingkari punggungnya. Rasa sakit itu lama-lama makin berkurang dan berganti menjadi rasa nikmat jauh melebihi yang pernah kurasakan sebelumnya.
Aarkkkhhh arkkhhhhh .arkkkhhh. aku mengeluarkan erangan yang terdengar aneh saat pak Yanto mulai mempercepat gerakannya sambil tetap dalam posisi memelukku.
Bapaaaa aduuuhhh. bapaaa Tini udah gak tahaaaannn Hanya dalam beberapa menit saja aku sudah meneriakan kata-kata orgasmeku yang khas. Pak Yanto membalasnya dengan gerakan yang makin cepat dan diakhiri dengan hujaman yang dalam dan dilanjutkan dengan gerakan penis berputar-putar seolah-olah mau membuka lobang rahimku. Aku sampai mengejang-ngejang kenikmatan sambil mengangkat-angkat pantatku untuk mengimbangi gerakannya, sedangkan kedua tanganku sekarang beralih meremas-remas pantatnya beliau.
Ooohhhhhhhhh. Akhirnya aku kembali tergolek lemas karena kenikmatan, pak Yanto pun menghentikan gerakannya setelah melihat reaksiku.
Aku buka mataku dan memberikan senyumanku yang paling manis kepada bossku yang telah memberikan kenikmatan yang luar biasa dan secara ajaib menghapus sama sekali rasa menyesal yang sebelumnya kurasakan. Lalu kami berciuman cukup lama sambil saling membelai muka dan rambut masing-masing.
Setelah puas berciuman pak Yanto kemudian melepas pelukannya dan duduk tegak tanpa melepaskan penisnya dari vaginaku.
Tini, coba kamu lihat darah perawan kamu Ajak pak Yanto
Aku coba mengangkat badanku sedikit dengan ditopang kedua tanganku sambil melihat ke arah selangkanganku. Penis pak Yanto hanya terlihat pangkalnya saja karena sisanya masih berada di dalam liang vaginaku. Selain penuh dengan urat-urat yang menonjol, pada penisnya juga terlihat sedikit cairan berwarna merah pada beberapa bagiannya. Noda merah yang sama aku lihat juga pada bulu kemaluanku, perutku, paha sebelah dalam dan perutnya pak Yanto. Rupanya itulah yang disebut darah perawan atau darah malam pertama oleh orang-orang selama ini. Sebagai perempuan suku Jawa, warna kulitku lebih gelap dari wanita suku Sunda, demikian juga dengan kulit kemaluanku yang berwarna merah gelap sampai kebagian dalamnya sehingga bercak-dercak darah itu tidak terlalu terlihat kalau tidak diperhatikan dengan seksama.
Belum sempat aku membuka mulut untuk memberikan komentar, beliau sudah mulai mengerakkan lagi penisnya maju mundur yang membuatku terpaksa berbaring kembali. Kedua kakiku satu persatu beliau naikkan ke atas bahunya sehingga badanku menjadi hampir terlipat dalam tindihan pak Yanto. Dalam posisi seperti itu pak Yanto memompa penisnya makin lama makin cepat sehingga membuat tubuhku terguncang-guncang.
Oooowww .ahhhhaawww aku menjerit kenikmatan Bapaaa..aa..aa..aa nii iii..kkmmmaaaaa..aattttsssee eeekkkaaaaallliiiii suaraku jadi terputus putus karena kerasnya goncangan badanku.
CROK CROK CROK CROK aku mulai mendengar bunyi seperti air becek yang ditepuk-tepuk dengan keras. Belakangan aku ketahui itu adalah bunyi dari cairan yang telah membanjiri vaginaku dipompa dengan keras oleh penisnya pak Yanto sampai berbuih-buih.
Badan kami kurasakan mulai berkeringat sehingga terlihat mengkilat, setetes dua tetes keringat pak Yanto mulai jatuh ke tubuhku. Tak berapa lama kemudian keringat pak Yanto semakin membanjir dan mengalir deras ke perutku bercampur dengan keringatku sendiri .
CROKCROK CROK CROK CROK bunyi itu semakin keras
Rasanya aku hampir tak sadarkan diri karena gelombang demi gelombang nikmat yang makin lama makin besar seolah-olah tidak aka nada batasnya. Tapi tiba-tiba aku merasakan tubuh pak Yanto mulai bergetar, pompaan penisnya makin tidak teratur iramanya.
TINNNIIII . Saya mau keluarrrrr teriak pak Yanto yang saat itu aku tidak tahu artinya.
Kurasakan pak Yanto menekan kuat-kuat penisnya di dalam vaginaku, tak berapa lama kemudian penisnya terasa berdenyut denyut dengan kuat lalu seperti memuntahkan sesuatu yang hangat berkali kali di dalam tubuhku. Denyutan pada penis beliau yang disertai semburan cairan hangat tersebut melipatgandakan kenikmatan yang tengah kurasakan.
Bapppaaaaa Oohhhhhhhhhhhhhhhhhhhhh akupun menyusul mengeluarkan lenguhan kenikmatan yang panjang sampai semburan dari penis pak Yanto berhenti.
Tubuh pak Yanto lalu ambruk kelelahan menimpa tubuhku setelah sebelumnya menurunkan kedua kakiku dari bahunya. Untuk beberapa saat pak Yanto tidak bereaksi sama sekali, sehingga aku coba peluk beliau erat-erat sambil mengelus-elus kepalanya dengan penuh kasih sayang. Beberapa saat kemudian beliau mulai bergerak bangun dan langsung mencium bibirku.
Tini, kamu bisa merasakan kenikmatannya sayang ? Tanya beliau dengan setengah berbisik ditelingaku.
AKu hanya mengangguk pelan sambil tersenyum kepada beliau.
Sekarang bapa sudah mencicipi milik Tini yang paling berharga dan hanya ada satu-satunya Kataku secara spontan yang dijawab dengan senyuman dan ciuman dari pak Yanto.
Tapi sebagai gantinya tadi Tini sudah merasakan kenikmatan yang luar biasa lanjutku Jadi Tini sebenarnya tidak tahu apakah harus meyesal atau berterima kasih
Sekali lagi beliau menjawabnya dengan tersenyum sambil memandangku dengan mesra sehingga aku menjadi jengah sendiri hingga tertunduk malu. Kembali aku dihujani dengan kecupan-kecupan kecil dan ciuman-ciuman pendek yang sangat berarti bagiku.
Aaaaahhhhhhhhhhhhhhh. Jeritku tertahan ketika tiba-tiba pak Yanto menarik penisnya keluar.
Pak Yanto kemudian berdiri dan berjalan ke halaman belakang untuk mengambil selembar handuk yang sedang dijemur di sana, kemudian dengan halus beliau menyeka keringatku dan keringatnya sendiri dan terakhir menyeka vaginaku dan penisnya.
——– oo0oo ———
Hari itu kami bertelanjang bulat seharian selama di dalam rumah, baik itu waktu memasak di dapur, makan siang , nonton TV ataupun saat sekedar mengobrol berdua. Kondisi kami yang bertelanjang bulat membuat kami selalu mudah terangsang lagi untuk bersetubuh, sehingga antara satu kegiatan dengan kegiatan lainnya kami selingi dengan bersetubuh.
Dalam persetubuhan-persetubuhan lanjutannya itu, beliau selalu menggunakan kondom yang dibawanya. Waktu itu aku dengan polosnya memprotes penggunaan kondom karena mengurangi kenikmatan bersetubuh padahal waktu persetubuhan yang pertama beliau tidak menggunakan kondom tersebut. Sambil nyengir beliau menjelaskan bahwa yang pertamapun seharusnya beliau memakai kondom, tapi beliau khawatir aku keburu sadar dan menolak meneruskan saat beliau sedang memasang kondomnya.
Menjelang malam pak Yanto akhirnya pamit pulang setelah total empat kali menyetubuhiku sepanjang hari tadi.
Hubungan kami selanjutnya semakin panas karena untuk dua tahun pertama aku benar-benar ketagihan untuk bersetubuh dan untuk itu aku bersedia disetubuhi dimanapun dan dalam segala kondisi, tentu saja hanya dengan pak Yanto saja. Seringkali aku di kantor minta di setubuhi sambil berdiri atau dalam posisi menungging di meja dengan berpakaian lengkap. Kalau aku sedang menemani pak Yanto ke luar kantor atau saat diantar pulang sorenya, kadang aku suka merengek minta mampir ke hotel melati atau motel untuk memuaskan berahiku. Tidak terhitung pula persetubuhan yang kami lakukan di dalam mobil yang biasanya kami parkir areal parkir umum yang luas tapi gelap.
Pak Yanto tidak pernah menolak permintaanku, tapi beliau mewajibkan aku untuk selalu membawa kondom di dalam tasku karena beliau tidak bisa membawa persediaan kondom yang memadai tanpa ketahuan istrinya.
Tapi nafsu berahiku yang terlalu tinggi ini akhirnya membawa akibat fatal ketika aku memaksa untuk tetap disetubuhi pada saat persediaan kondom telah habis. Saat itu aku meminta bersetubuh dengan posisiku di atas dan pada saat pak Yanto akan ejakulasi aku tidak mengindahkan isyarat pak Yanto untuk mencabut vaginaku dari penisnya karena aku belum mencapai orgasmeku yang ketiga sehingga akhirnya sperma beliau tumpah di dalam tubuhku.
Akibatnya dua bulan kemudian aku dipastikan hamil !
Rasa bersalah membuatku tidak berani langsung membicarakannya kepada pak Yanto sehingga janinku semakin membesar. Pak Yanto akhirnya mengetahui juga setelah beliau merasa heran karena aku bersedia disetubuhi pada tanggal-tanggal biasanya aku mendapat haid dan juga merasakan payudaraku semakin membesar.
Karena kandunganku yang mulai besar, pak Yanto membawaku ke dokter kandungan untuk digugurkan dengan cara yang aman. Dokter tersebut mau melakukan tindakan aborsi karena aku diakui sebagai istri muda beliau yang tidak diijinkan punya anak oleh istri tuanya. Sangat ironis memang
Kehamilan yang tidak dikehendaki dan aborsi yang aku lakukan membuat Pak Yanto memintaku untuk memasang IUD sehingga kami berdua tidak lagi perlu khawatir akan kebobolan. Sehingga kini aktivitas seks kami berdua terasa makin intensif dan tanpa disadari mulai terlalu demonstratif yang membuat orang-orang kantor mulai bertanya-tanya adanya hubungan istimewa diantara kami.
Akhirnya untuk mencegah kecurigaan orang-orang kantor yang sering melihatku keluar dengan nafas memburu dan lipstik memudar dari ruangan bossnya hampir dua kali sehari, pak Yanto merekomendasikan aku ke perusahaan lain yang dikelola pelanggan perusahaan kami. Kemudian aku dikontrakkan kamar kos yang memungkinkan beliau datang kapan saja. Hampir setiap sore sepulang dari kantor beliau datang menyetubuhiku sebelum pulang ke rumahnya dan kadang-kadang pagi-pagi juga datang mengantarku ke kantor setelah bersetubuh dulu tentunya.
Setelah hampir empat tahun berhubungan dengan pak Yanto tanpa status yang jelas, akhirnya aku menerima lamaran dari teman SMAku yang inginmengajakku menikah tanpa melewati pacaran. Mulanya pak Yanto keberatan dengan keputusanku, tapi akhirnya beliau mau menerimanya setelah aku berjanji mau tetap melayaninya kalau diminta. Hal itu memang bisa aku buktikan, bahkan saat aku sedang hamil anak pertamaku, aku tetap bersedia bersetubuh dengan beliau.
Aku memang tidak pernah bisa melupakan mantan bossku ini, bukan karena beliau orang yang telah merengut keperawananku, tapi karena aku memang mencintainya

cerita sex 2018 nafsu maria yang tak tertahankan

Mei 25, 2018

                      Cerita Dewasa cerita sex
cerita sex 2018



 Dia nampaknya gembira sangat. Akupun kunci pintu utama pejabat. Biasala… langkah berhati-hati, kalau2 nanti ada orang yang datang. Kamipun masuk ke dalam bilik staf. Di sini, ruangnya agak besar, ada sebuah meja dan bangku panjang. Di sini staf selalu lepak-lepak kalau tak ada kerja, sambil main karom, dam dan sebagainya. Ada sink serta paip air panas dan sejuknya sekali. Ada kipas siling dan tingkap yang selalu tertutup oleh langsir tebal.
Tiba di dalam bilik, aku suruh dia telanjang. Mula2 dia malu2, namun aku terus memujuk.
Kalau Mar tak nak telanjang depan abang, macam mana abang nak tunjukkan kelentit Mar?
Malu laa…
Ala, kita berdua saja kat sini, nak malu apa?
Abis, abang ada…
Ala, biasala, hari ni Mar telanjang depan abang, besok2 abang pulakla yang telanjang depan Mar, tunjukkan lelaki punya konek.
Buat apa?
Tak nak tengok lelaki punya ke? Free pulak tu
Tentulaa orang mau…
OK, sekarang Mar telanjang depan abang. Besok abang telanjang depan Mar.
Janji?
Janji, sungguh…
Akhirnya, diapun tanggalkan pakaiannya, satu per satu. Sampai telanjang habis. Fuh, memang cantik body dia. Teteknya, perutnya, punggungnya… semuanya. Konek aku pun mulala berdenyut2 dalam seluar.
Aku suruh dia duduk mengangkang atas meja, dirikan lutut. Aku duduk atas bangku, menghadap cipapnya. Hui, cantik sungguh cipapnya! Bulunya belum lebat, jarang dan keriting. Tundunnya tinggi macam pau cina. Bibir cipapnya macam bibir mulutnya juga, tersenyum padaku.
Cantikla cipap Mar ni… pujiku.
Hisy abang ni, orang malu la lama2 macam ni…
Nak malu apa, abang tengok saja, bukannya Mar luak apa2
Abis, abang tengok cipap Mar ni macam buaya lapar je…
Tak da la… abang tengah cari kelentit Mar ni.
Aku menyelak2 la bulu dia. Sebenarnya, aku sendiripun tak pasti, kelentit ni, letak dia tang mana. Aku agak2 saja. Aku pernah tengok gambar cipap close up dalam gambar lucah yang kawan aku tunjuk. Akupun biasa tengok VCD blue. Tapi bila masa real macam ni, lain pulak jadinya.
Tadi aku acah2 saja. Konon2 tau. Tiba2 dia mau. Buka2 macam ni, akupun ambil kesempatanla… aku sendiripun dah naik syok. Batang konekku dalam seluar makin kuat pulak rasa berdenyut2nya.
Mana dia? tanyanya, macam tak sabar, setelah dekat 10 minit aku mengusik2 cipapnya. Aku selak sana, cuit sini, siat tang sana, tilik itu, intai ini …
Tunggu la kejap, abang tengah dok cari la ni…
Lamanya, orang penatla duduk macam ni…
Sekejap lagi, sabarla dulu… pujukku terus.
Masa tula, aku baru teringat satu cerita yang pernah aku dengar, konon2 kelentit ni, paling jelas nampak, bila sesorang perempuan tu sedang stim atau ghairah. Jadi, apa yang aku perlu cari jalan ialah cara untuk bangkitkan ghairah si Maria ni. Bagaimana agaknya? Aku berfikir terus.
Tiba2 aku dapat ilham!
OK, sekarang abang tanya, waktu Mar gosok2 dalam bilik tadi, tang mana syok sekali? Cuba bagi tunjuk kat abang Joe…
Kat sini… katanya sambil meraba-raba sudut atas cipapnya.
Macamana cara gosok yang paling syok?
Macam ni… dia terus memberikan kerjasama. Aku tiru cara gosokannya itu.
Seronok tak, bila abang Joe yang buat?
Hmmm… seronok, sedap lagi… aaaahhhh…
Akupun menggosok terus, membelai terus. Dia memejamkan mata. Makin lama, aku dapati reaksinya semakin hebat. Ada masanya, punggungnya terangkat2 sambil mengeluh keras. Kadang2 dia mengerang panjang. Kadang2 dia tercungap2.
Aku terus memerhatikan keadaan cipapnya yang comel itu. Bibirnya nampak semakin basah berkilat. Makin lembab dan semacam bau yang sedap timbul. Suatu keharuman yang semulajadi sedapnya.
Dan, di bahagian sudut atas cipapnya pula, aku ternampak suatu biji yang semakin mengembang, merah…
Kelentit dah nak nampak! seruku, perlahan.
Mana? Nak tengok… dia dengan penuh minat memerhati cipapnya sendiri.
Oohhh… yang itu ke kelentit? Sayang tak dapat tengok dekat-dekat
Kesian, dia tak dapat tengok kelentit sendiri puas2. Aku terus menggosok2.
Wah, sedapnya…
Dia membiarkan aku terus membelai kelentitnya. Matanya kembali terpejam, tubuhnya semakin mengejang. Dia mengigit bibirnya sendiri. Macam orang sedang dalam kesakitan rupanya.
Tiba2 tubuhnya mengigil, kemudian kejang keras seketika. Dan, kemudian julihat banyak lendir yang meleleh keluar dari bibir cipapnya. Aku colek sedikit dengan hujung jari telunjuk dan bawa ke hidung, cium. Boleh tahan juga sedap baunya, macam bau cipapnya juga.
Sambil terus membelai2 cipapnya, aku perhatikan pula wajahnya. Matanya masih terpejam, nafasnya tercungap2, mukanya merah dan berpeluh halus.
Lama sedikit baru dia membuka matanya, tersenyum puas padaku.
Amacam? Best tak?
Hmmpphhh… best… itu saja yang terlarat diluahkannya, nada perlahan, nafas tertahan2.
Usapanku pula kian perlahan bila melihat reaksinya kian kurang. Tanganpun dah makin penat.
Itulah seronoknya melancap!
Tak pernah kita rasa seronok macam ni. Kalau kita tau dari dulu2, lama dah kita melancap…
Tapi kalau bersetubuh sedap lagi tau?
Ye ke?
Betul! Kalau tak caya, bacalah buku2 tu semua…
Waaahhh… kalau macam tu, nanti Mar nak cuba bersetubuh dengan abang pulaklah ye?
Boleh, besok2 la… sekarang dah dekat nak pukul dua dah… ujarku.
Sebenarnya, kalau diturutkan hati, mau aku tibai dia terus disitu juga. Konek aku dalam seluar dah keras tak terkata. Malam ni mesti kena melancap punya.
Dengan senyum gembira, dia memakai semula pakaiannya.
Abang Joe, best tak cipap kita tadi?
Best, cantik, bau dia pun sedap. Tapi, kalau Mar cukur bulu dia licin2, mesti makin cantik.
Waahhh, nanti kita nak cukurla… Malam karang, kita nak tidur telanjang, kita nak melancap puas2.
Suka hati Mar la… abang tak larang
Dia ketawa saja. Kemudian tanpa disangka2 dia mencium pantas ke pipiku.
Terima kasih, bang joe, sekarang Maria dah tahu macam mana nak melancap…
Aku tergamam, tersengih saja.
Esok kita buat lagi ya?
Angguk. Lalu dia masuk ke biliknya, membawa buku2 itu.
Sepanjang hari itu, kerana sibuk, aku tak bertemu dia. Petangnya dia balik awal daripada biasa.
Di dalam bilik sewaku, malam itu, aku melancap sambil membayangkan keindahan cipap Maria. Silap2, dalam sehari dua ini, kami akan sama2 kehilangan title teruna dan dara lee… entahlah.

cerita sex 2018 Cerita Dewasa Dinda Wanita Jilbab

Mei 24, 2018

Cerita Dewasa Dinda Wanita Jilbab


Terpaksa wanita berwajah cantik ini memutuskan berangkat sendiri keJakarta,untuk menghadiri Rakornas itu setelah mendapat izin dari suaminya yang berada di Luar Jawa. Semula dia hendak ikut rombongan Kader Wanita Partai  lainnya yang mencarter mobil pribadi ke Jakarta,namun setelah berselisih faham dengan ,ketua rombongan kemarin yang membuatnya jengkel,wanita berjilbab ini akhirnya memutuskan untuk berangkat sendiri, agar rasa jengkel yang dirasakannya reda.

Wanita bernama Dinda ini merasa aman di jalan walaupun dia sendirian, tanpa suaminya. Dengan tubuh terbungkus jubah panjang berwarna hijau dan berjilbab putih lebar hingga menutup sampai pantatnya,Dinda berpikir siapa yang berani usil meggodaku??.

Bus terus melaju menyusuri jalan berkelok di sekitar Magelang.Hujan mulai turun sehingga bus yang ber-AC itu kian terasa dingin.Dinda' mengambil Majalah Ummi dari tas,sesaat kemudian wanita berjilbab ini tenggelam dalam lembaran-lembaran halaman Majalah untuk Muslimah itu. Menjelang kota Salatiga..Majalah Ummi edisi terbaru itupun habis terbaca.Tak sengaja Dinda' melirik ke samping teman duduknya yang sekilas nampaknya seorang pemuda.

Ups..hati Dinda tergetar ketika menyadari pemuda di sampingnya ternyata juga sedang emperhatikanya.Pemuda itu terlihat gugup ketika mata Dinda memergokinya...segera saja dia membuang muka di mata Dinda pemuda itu terlihat cukup baik dan santun..usianya mungkin sekitar 25 th an.

Sebagai seorang wanita bersuami yang telah matang berusia 32 th dengan tiga orang anak, Dinda hanya tersenyum melihat kegugupannya. "Mau ke Jakarta dik?'tegur Dinda mengawali pembicaraan..Pemuda itu menoleh dan tersenyum,lantas mengangguk..kemudian dia balik bertanya dengan pertanyaan yang sama kepada Dinda.

Entah mengapa kemudian Dinda menjadi akrab dengan teman duduknya tersebut yang walapun dia seorang laki-laki yang asing,padahal Dinda bukan seorang wanita yang mudah akrab dengan laki-laki lain sebagaimana Kader Wanita Partai  lainnya.

Akhirnya Dinda mengetahui pemuda itu bernama Robby,seorang Mahasiswa di Yogya..tapi ada perlu sebentar ke Jakarta sehingga dia berada di bus ini,wajahnya ganteng dan sangat simpatik. Dalam perbincangan itu,entah mengapa diam-diam Dinda membandingkan Robby dengan Mas Imam, suaminya yg sejak setengah tahun lalu berada di Luar Jawa.

Dinda melihat tubuhnya sama dengan suaminya,atletis dan tegap namun kalau wajah Robby lebih ganteng dan kulitnya lebih bersih dan putih dibanding suaminya.Bahkan dengan dada berdesir,Dinda akhirnya menyadari kalau wajah Robby mirip sekali dengan bekas pacarnya dahulu sebelum dia mengikuti kajian dan akhirnya menjadi Kader Partai  dengan jilbab lebar dana pakaian rapat menutup sekujur tubuhnya.

Selama ini,Dinda memang merasa kesepian,setelah hampir 7 bulan ditinggal suaminya ke Luar Jawa.Walaupun 3 anaknya dapat menghiburnya, tapi Dinda adalah seorang wanita yang masih relatif muda sehingga hasrat biologisnya seringkali mengganggu wanita berwajah cantik ini.

Hanya karena dia menyadari dirinya sebagai wanita berjilbab sekaligus Kader Wanita Partai , hasrat biologisnya tidak menyebabkan jatuh dalam perzinaa. Namun saat ini Dinda merasa terguncang dengan kehadiran Robby yang mirip sekali dengan bekas pacarnya dulu.

Saat ini, seolah Dinda berada di masa awal-awal kuliah dulu,saat pertama kali jatuh cinta dan erpacaran. Sebenarnya Dinda masih mencintai bekas pacarnya itu, hanya karena dia ikut kajian Tarbiyah yang  membuat dia memutuskan hubungan dengan pacarnya.

Pacarnya yang sangat kecewa dengan diputusnya hubungan kemudian memilih ke Amerika dan  melanjutkan kuliah di sana sementara Dinda kian aktif dalam Kajian kemudian menikah dengan salah seorang anggota Kajian tersebut dan akhirnya menjadi Kader Wanita Partai  seperti sekarang ini.

Wanita berusia 32 tahun ini bagaikan kupa keadaan dirinya ketika berbincang kian akrab dengan Robby. Ketika berulangkali mahasiswa ini memuji kecantikan wajahnya, Dinda menjadi salah tingkah. Kader Wanita P  ini merasa tersanjung dengan pujian Robby, sebagimana pacarnya dahulu sering menyanjungnya.

"Ah dik Robby,Mbak udah tua.."desis Dinda dengan wajah terasa panas mendengar pujian itu walaupun dalam hati Dinda merasa senang.

"Bener kok mbak..mbak begitu cantik, manis apalagi pakai jilbab seperti ini,jadi kian anggun beruntung deh yang jadi suami Mbak.."kata Robby seraya lekat memandang wajah Kader Wanita P  ini "Aihh..dik Robby..udah..udah"seru Dinda gemas,dan tanpa sadar jemari wanita berjilbab ini mencubit lengannya yang membuat Robby meringis.

Namun sesaat Dinda kemudian tersadar,kalau dia adalah seorang wanita bersuami,apalagi dia adalah seorang Kader Wanita P  yang mengenakan jilbab. Wajah Dinda terasa memanas ketika wanita berjilbab ini melihat Robby tersenyum-senyum setelah dicubit.

"Jari mbak Dinda...halus..lentik.."desisnya sambil tersenyum..namun Kader Wanita P  ini tak lagi menanggapinya.Dinda mulai merasa dia mendapat pengaruh aneh dari pemuda di sampingya itu, sehingga dia begitu mudahnya akrab dengannya, atau mungkin kemiripan wajah Robby dengan bekas pacarnya dulu yang membuat Dinda bagaikan hanyut.

Pukul 9 malam,bus yang Dinda tumpangi telah masuk kota Tegal.Hujan begitu deras di luar bus menimbulkan suara deru yang cukup keras.Wanita berjilbab ini melihat seluruh penumpang bus malam ini telah tertidur lelap,kecuali sopir bus dan konduktur yang dilihatnya tengah bercakap-cakap jauh di depan sana.

Dinda melirik ke sebelah,ibu muda ini melihat Robby pun telah tertidur dengan pulasnya, bahkan tubuhnya miring menghadap ke ara Dinda. Tanpa sadar, Dinda kembali menikmati kegantengan wajah anak muda yang mirip sekali denganpacarnya yang dulu.

Wajah itu terlihat semakin menarik  saat terlelap pulas seperti ini. Dengan sedikit menggigit bibir, Dinda mengamati Robby dari rambutnya, wajahnya dan terus tubuhnya yang terbungkus jaket almamater kampusnya.Tapi sesaat kemudian,darah Dinda terkesiap saat mata wanita berjilbab ini menatap celana yang dipakai anak muda ini...

"Ihh!!" desis wanita berjilbab ini kaget ketika Dinda melihat ternyata restluiting celana Robby kini terbuka,padahal posisinya bersandar di kursi dengan menghadap ke arah Dinda.

Badan wanita berjilbab ini gemetar dengan mata membelalak lebar ketika menyadari Robby ternyata tidak memakai celana dalam di balik jeans yang dipakainya,sehingga mata Kader Wanita P  ini membentur batang kemaluan Robby yang terlihat jelas dari restluting yang terbuka itu.

Dinda memalingkan pandangannya dengan nafas yang mulai memburu dan dada yang beredegup kencang..Dinda memejamkan matanya rapat-rapat berusaha mengusir bayangan yangdilihatnya tadi,namun justru ingatanya kembali saat dia berpacaran dahulu ketika dia diminta oral sex oleh
pacarnya.

Semakin lama justru bayangan itu yang lebih menguasai dirinya. Perlahan Dinda memalingkan wajahnya kembali,sesaat memandang wajah Robby yang masih pulas kemudian mata Kader Wanita P  ini kembali menikmati batang penis anak muda ini yang terlihat jelas dari restluting jeans yang terbuka itu.

Dinda melihat Penis Robby dalam keadaan tegang dan mengeras yang membuatnya gemetaran .. baru pertama kali ini Kader Wanita P  ini melihat batang penis laki-laki selain milik suami dan bekas pacarnya...birahi wanita berjilbab ini mulai terpancing saat menyadari penis milik Robby berukuran lebih besar dan panjang dibanding milik suaminya atau bekaspacarnya dulu..dan Dinda semakin gemetaran ketika tiba-tiba Robby menggeliat dalam tidurnya yang membuat jeans yang telah terbuka restlutingnya itu kian lebar terbuka.

Dinda nyaris terpekik kecil,ketika wanita berjilbab ini melihat setelah jeans itu kian terbuka, penis Robby justru tersembul keluar..seakan akan memamerkan keperkasaannya kepada wanita berjilbab yang cantik ini.

Setelah beberapa saat berusaha untuk memalingkan dari pandangan yang menggetarkan jantungnya akhirnya saat mata Dinda nanar memandang penis yang mengagumkan itu.Penis Robby yang tegang keras dengan otot yang melingkari pada batang yang besar dan panjang itu kian menambah kesan perkasa, membuat Dinda semakin gemetar.

Ujung kemerahan penis itu terlihat mengkilat-kilat sementara daripangkal penis itu nampak tersembul bulu-bulu kemaluan yang tercukur rapi. Tanpa sadar mata Kader Wanita P  ini justru menikmati penis mahasiswa di sampingnya itu.

Beberapa saat kedua mata Dinda menikmati penis Robby yang telanjang di depannya itu sebelum wanita berjilbab ini akhirnya membuang muka ke luar jendela bus dengan wajah yang terasa panas,

Badan Kader Wanita P  ini terasa panas dingin gemetaran dan nafasnya  mulai tersengal,sementara kemaluan Dinda juga mulai terasa gatal. Dinda memejamkan mata berusaha menekan birahi yang mulai menyerangnya..Ouhhhh Hujan yang deras mengguyur bus yang dinaiki Dinda membuat suasana bus ber Ac itu kian dingin,namun justru badan wanita berjilbab ini terasa panas.

Baru sejenak Dinda memejamkan mata,mendadak wanita berjilbab ini dikejutkan oleh elusan yang merayap di pahanya.Dinda membuka mata dengan releks,namun sedetik kemudian Kader Wanita P  ini membeku bagaikan menjadi patung es..ketika menyadari tangan yang merayap dipahanya adalah tangan pemuda di sampingnya..badan wanita muda ini menjadi kejang ketika tangan kanan Robby mengelus perlahan pahanya yang masih tertutup jubah hijau yang dikenakannya,sementara Dinda melihat Robby masih terlelap.

Entah kenapa, Dinda hanya mampu menggigit bibir,ketika tangan Robby mulai nakal melepas kancing jubah yang dikenakannya pada bagian perut, (karena kebetulan bentuk jubah yang dipakai Dinda adalah jubah dengan kancing depan ke bawah),sehingga beberapa kancing jubah yang dikenakan Kader Wanita P  inipun terlepas.

Badan Dinda kian menggigil,ketika tangan Robby mulai menyusup di balik jubah yang dikenakannya..perlahan wanita berjilbab ini merasakan tangan pemuda itu mengelus perutnya beberapa kali.

Lantas Kader Wanita P  ini merasakan tangan itu pemuda ini bergerak mengelus bagian bawah perutnya sampai wanita ini merasakan celana dalam yang dipakai wanita berjilbab ini tersentuh oleh jari jari tangan Robby Ingin rasanya Dinda menepis tangan laki-laki kurang ajar yang tengah menggerayangi daerah terlarang wanita berjilbab ini itu,

Namun entah mengapa semuanya terasa beku, tubuhnya hanya mampu menggigil menahan birahi ketika tangan Robby mengelus-elus selangkangannya yang masih terbungkus celana dalam hingga ke duburnya.

Beberapa kali Dinda merasakan kemaluannya yang masih terbungkus celana dalam itu dielus- elus tangan Robby dan diremas-remasnya lembut.Tanpa sadar Dinda justru membuka kedua pahaku kian lebar sehingga tangan Robby kian leluasa menggerayangi kemaluannya yang masih tertutup celana dalam itu beberapa lama.

Dinda mulai mendesah perlahan,ketika tangan Robby terasa menyusup ke balik celana dalam yang dikenakannya lantas menarik-narik rambut kemaluannya yang tumbuh lebat tak tercukur...jemari tangan Robby menyusuri gundukan bukit kemaluan wanita berjilbab ini kian ke bawah hingga sampai celah liang kemaluannya..

Kader Wanita P  nyaris histeris menahan nikmat ketika bibir liang kemaluannya itu diusap pelan oleh jemari tangan Robby.Sekian lama daerah tersebut tak tersentuh tangan laki-laki,namun kini diusap oleh tangan laki-laki yang bukan suaminya.

Rasa birahi ternyata telah membutakan kenyataan bahwa tangan laki-laki yang tengah menyentuh kemaluanku bukanlah suaminya..justru Dinda mulai menggelinjang saat jemari tangan Robby mengelus-elus perlahan bibir kemaluannya beberapa saat lantas wanita berjilbab ini merasakan bibir kemaluannya itu dibukanya dan jemari tangan Robby pun segera melesak ke dalam liang kemaluan yang telah mengeluarkan tiga orang anak.

Tubuh Dinda gemetaran dan mulutnya mendesah saat kemudian kelentit dalam kemaluannya disentuh oleh jemari tangan Robby lantas dipilinnya lembut membuat Kader Wanita P  ini nyaris terlonjak dari tempat duduknya..

"Ohh..enaaak..sshhh"'desah Dinda lirih dengan tubuh menggelinjang.Tanpa disadarinya kedua tangan wanita berjilbab ini juga meremas-remas buah dada yang masih terbungkus pakaian dan jilbab sehingga membuat kusut jilbab putih lebar yang dikenakan Kader Wanita P  ini.

Dinda tak lagi menghiraukan keadaan bus yang dia tumpangi dan statusnya sebagai Kader Wanita P  yang berjilbab serta bersuami Yang dirasakan Kader Wanita P  ini adalah kenikmatan yang menjalar ke sekujur tubuhnya,oleh jemari tangan Robby di liang kemaluannya. "Ahh..sshh...dik Robbya..jangaaan"rintih Dinda lirih namun terasa nikmat luar biasa.

Tubuhnya menggelinjang di kursi bus yang masih tetap melaju itu. Untunglah hujan begitu deras sepanjang perjalanan,sehingga desahan dan rintihan wanita berjilbab ini tertelan gemuruh oleh hujan di luar.

Sembari menggeliat menahan kenikmatan yang dirasakannnya,mata Dinda melirik ke wajah Robby.Namun betapa terkejutnya aku ketika melihat ternyata pemuda ini sedang tersenyum-senyum memandangnya penuh birahi dengan nafas yang memburu.

"Robby!!"pekik Dinda lirih aget."jangaan..ohhh..dik robby..jangaan" Namun Robby tak menghiraukan pekikan Kader Wanita P  ini.justru wanita ini merasakan jari-jari tangan Robby kian dalam memasuki liang kemaluannya.

Jubah hijau yang dikenakan Dinda tampak menggelembung di bagian selangkangan oleh tangan Robby.Tangan yang terlihat kukuh itu,hanya tampak setengah lengan,sementara telapak tangan dan sebagian lengannya hilang menyusup ke balik jubah yang dikenakan Kader Wanita P  ini,bahkan ke balik celana dalam yang dikenakannya.

Dinda menjadi semakin kian gila,ketika dirasakannya jari-jari tangan Robby menyentuh dinding liang kemaluannya itu..rasa nikmat yang luar biasa terasa di sekujur tubuh Kader Wanita P  ini yang membuatnya kian tersengal.

Dinda merasakan bagian terlarangnya kian berdenyut- denyut seiring gerakan pinggulnya yang menggeliat penuh nikmat. "ohh ..jangaaaan... jangaan..dik..."desah Dinda lirih.Kader Wanita P  ini masih menyadari bahwa dia berada di bus umum sehingga Dinda takut di ketahui penumpang lainnya.

Namun derasnya hujan dan posisi tempat duduk mereka tanpa penumpang lainnya di bagian belakang ,membuat kekurang ajaran Robby ini leluasa dinikmatnya.

Kader Wanita P  ini hanya pasrah dalam kenikmatan,ketika bagian terlarangnya itu diobok-obok Robby dengan tangannya.Mata wanita berjilbab ini merem melek menahan kenikmatan yang luar
biasa dalam kemaluannya itu.Hanya desahan lirih penuh nikmat dan gelinjangan tubuh yang kian liar di bangku bus malam ini.

Dinda hampir mencapai puncak kenikmatanku ,ketika mendadak kepalanya yang berjilbab di tarik Robby ke arahnya .Belum hilang kagetnya ,Robby telah menekan kepala Kader Wanita P  ini ke arah selangkangannya.

"Aih !!"jerit Dinda spontan ketika wajahnya tertarik ke arah selangkangan Robby.  Dinda baru ingat kalau penis Robby tersembul keluar dari balik jeans yang dipakainya,ketika mata Kader Wanita P  ini menatap sebatang penis yang besar dan panjang tegak mengeras di depan hidungnya.


Badan Dinda menggigil melihat keperkasaan penis anak muda ini.Wanita ini melihat penis Robby jauh lebih panjang dan besar dibanding penis mas Imam ataupun bekas pacarnya,dan saat ini Robby memaksanya untuk mencium dan mengulum penisnya.

Dinda menggeleng,menolak kemauan anak muda ini sehingga membuatbeberapa kali penis itu elenceng mengenai pipinya setelah Robby menekan kepalaku.Tubuh Kader Wanita P  ini mengejang hebat oleh perasaan jijik dan ingin..

"jangaaan dik ..aku nggak mau...jangaaan" pinta Dinda lirih Namun Robby tak perduli,sekali lagi dia menekan kepala wanita ini agar mau menciumi penisnya.Kali ini Dinda pasrah,seakan tak punya tenaga menolak ketika kepalanya ditekan ke arah selangkangan Robby.

"Uff !!"hanya itu yang sempat keluar dari mulut Dinda,ketika batang penis yang besar dan panjang itu menyumpal mulutnya.Dinda lupa dengan rasa enggan dan jijikku ketika penis yang besar ini berada dalam mulutnya.

Dengan refleks Kader Wanita P  ini menjilati penis Robby dengan lidahnya lantas menghisapnya penuh nafsu yang menggelora.Dinda tak lagi memperdulikan lagi kedaannya yang awut- awutaan dengan jilbab yang kusut.Wanita berjilbab ini hanya merasakan keasyikan menghisap penis Robby yang besar dan panjang..enaak..Kenangan ketika mengulum penis pacarnya 10 tahun lalu sekan kembali lagi.

Dalam keadaan Dinda menghisap dan menciumi penis Robby,tangan anak muda ini tetap menggerayangi liang kemaluannya dan memmbuat gerakan- gerakan ritmis seakan sebatang penis memasuki liang kemaluan wanita beranak tiga ini.

Dan Dinda pun membiarkan ketika tangan Robby yang lain menggerayangi dadanya dan meremas-remas bukit didadanya dengan penuh nafsu, yang membuat kusut jilbab putih yang dikenakan Kader Wanita P  ini.

Bahkan Dinda merasakan tangan Robby yang meremas-remas dadanya itu,menyusup ke balik jilbab yang dikenakannya lantas membuka kancing- kancing jubah yang dikenakannya di bagian dada,kemudian tangan itupun menyusup ke balik jubah yang dipakai Kader Wanita P  ini pada bagian dada.

Tubuh Dinda mengejang tak karuan ketika wanita P  ini merasakan tangan Robby merayap di balik BH yang dikenakan wanita berjilbab ini, lantas meremas-remas kedua payudaranya secara bergantian.Dinda semakin menggelinjang saat Kader Wanita P  ini merasakan puting susu yangbiasa dihisap kedua anaknya ,kali ini dipelintir pelan oleh jari-jari tangan Robby,wanita ini merasakan kenikmatan yang sangat luar biasa.

Dinda nyaris memekik-mekik oleh kenikmatan birahi yang sekian bulantak pernah didapatinya sejak suaminya pergi.Namun untunglah mulut Dinda saat ini tersumpal oleh batang penis Robby yang besar dan panjang itu.Robby pun mulai merintih rintih saat penisnya dikulum dan dihisap dengan kuat oleh Kader Wanita P  ini.

Namun agaknya Robby masih menyadari semua ini terjadi di bus umum,sehingga Robby berusaha menahan rintihan kenikmatannya agar tidak terdengar penumpang lain.

Saat Robby dan Dinda sedang menuju puncak birahi mereka, mendadak bis Rosalia Indah berbelok ke halaman sebuah rumah makan di daerah Cirebon lantas berhenti. Kedua manusia ini terkejut karena lampu bis yang semula remang-remang dinyalakan hingga menjadi terang benderang.

Dengan kegugupan luar biasa, Dinda segera melepaskan penis Robby yang ada di mulutnya lantas dengan cepat dia membenahi kancing-kancing jubahnya yang terbuka. Jilbab putih lebar yang semula awut-awutanpun segera dibenahi. Wajah wanita cantik kader Partai  ini merah padam.

Robby pun dengan bergegas membenahi restluting celana jeansnya sebelum seluruh penumpang terbangun. Tak lama kemudian, kondektur bus segera membangunkan para penumpang dan meminta mereka untuk turun beristirahat. Memang demi keamanan, apabila bus berhenti pada rumah makan, seluruh penumpang diminta utnuk turun.

Dengan agak malas-malasan para penumpang pun satu persatu menuju rumah makan untuk beristirahat atau sekedar ke toilet termasuk Robby dan Dinda.

Dinda masih tengah berusahamenyadari keadaan dirinya, ketika tiba-tiba Robby menggamit lengannya.

"Mbak kita turun di sini saja" desis mahasiswa sebelahnya tersebut.

Wanita P  yang masih berwajah kemerahan itu mengernyitkan keningnya.
"Saya harus ke Jakarta, ada rapat Partai " jawab Dinda

"Aah..besok pagi aja ke Jakartanya....."sergah Robby, lantas tangan ibu muda berusia 32 tahun ini ditariknya bahkan tas yang dibawa Dinda- pun segera diambilnya.

Ketika seluruh penumpang beristirahat di rumah makan, Dinda justru ditarik Robby menuju ke sebuah Losmen terdekat. Entah kenapa, wanita Partai  yang alim ini seakan tak kuasa untuk menolak ajakan mahasiswa ini. Bahkan ketika Robby meminta Kartu Anggota Partai  yang dipunyainya sebagai tanda pengenal yg diminta petugas losmen, Dinda segera memberikannya.

"jangan curiga pak, kami anggota P  dan sudah menikah....ini KTA istri saya, kebetulan dompet saya ketinggalan" kata Robby lantas tanpa kesulitan, petugas losmen yang melihat kealiman Dinda segera memberikan kunci kamar yang diminta.Petugas losmen ini memang yakin kalau pasangan ini adalah pasanagn suami istri, walaupun dilihatnya wanitanya terlihat lebih tua dari laki-lakinya.

Dinda masih tercekam perasaan aneh, ketika Robby telah menutup pintukamar Losmen dan mengunci pintunya. Robby tersenyum penuh nafsu ketika dilihatnya Dinda masih termangu- mangu kebingungan.

"jangan bingung mbak, mbak besok masih bisa ke jakarta. sekarang kita istrirahat dulu." kata mahasiswa ini sambil melepas jaket almamater yg dipakainya lantas menghampiri wanita P  yang cantik ini.

Wanita Partai  berwajah cantik setengah meronta ketika tangan Robby tiba-tiba merengkuh tubuhnya lantas memeluknya dengan ketat." Mbak Dinda.....cantiik sekali !"desah Robby yang kini memeluknya lantas tanpa mendapat perlawanan dari Dinda, bibir mahasiswa ini segera melumat bibir wanita berusia 32 tahun ini dengan penuh nafsu.

Dinda menggelinjang ketika bibirnya dilumat oleh mahasiswa tampan ini.Bahkan ketika tangan Robby menggerayangi dadanya yag masih tertutup jubah dan jilbab putih yang panjang lantas meremas-remasnya,

wanita Partai  ini mulai merintih. Akal sehatnya telah hilang berganti dengan hasrat untuk mendapatkan kepuasan yang sekian bulan tak pernah didapatkannya. Beberapa saat kedua bibir itu saling melumat dengan nafas yang mendengus-dengus, sebelum kemudian keduanya rebah berguling ke atas ranjang kamar losmen itu hingga menimbulkan derit agak nyaring.

Kedua manusia lain jenis ini masih bercumbu dengan hangat di atas ranjang. Tubuh Dinda menggelinjang-gelinjang hebat oleh desakan birahi yang dirasakan wanita ini. Gelinjangan Dinda yang liar ini tenyata menyebabkan jubah panjang yang semestinya menutupi tubuh wanita Partai  ini hingga mata kaki, tersingkap sangat lebar hingga ke pinggang dan celan dalam yang dipakainya kini terlihat membuat
Dinda terlihat nyaris telanjang.

Saat Robby melepaskan cumbuannya, mata mahasiswa ini melotot lebar melihat keadaan Dinda'. Di kampus Robby, banyak mahasiswi yang aktif sebagai kader wanita Partai . Robby tak pernah melihat tubuh mereka karena tubuh mereka selalu tertutup dengan pakaian jubah panjang hingga mata kaki, tetapi yang dilihatnya malam ini adalah pemandangan seorang kader wanita Partai  yang sangat
merangsang.

Dinda adalah seorang wanita cantik berusia 32 tahun selalu menutup tubuhnya dengan pakaian panjang yang menutup hingga mata kaki, tetapi malam ini jubah panjang yang dipakainya tersingkap hingga ke pinggang sampai celana dalamnya terlihat. Sepasang betis Dinda memang masih tertutup kaus kaki berwarna krem yang panjang namun sepasang paha wanita berkulit putih mulus ini telanjang hingga ke pangkal pahanya.

Sepasang paha wanita Partai  ini terlihat sangat padat dan kencang serta sangat mulus tanpa cacat hingga selangkangannya. Libido Robby semakin menggelegak melihat selangkangan Dinda yang masih tertutup celana dalam warna putih dengan ketat. Celana dalam katun itu cukup tipis untuk memamerkan belahan kemaluan wanita Partai  yang sangat montok membukit serta sejumput rambut hitam yang menghiasinya. Celana dalam putih tersebut terlihat mulai agak basah.

Dinda terpekik lirih ketika tanpa diduganya, Robby membuka kadua pahanya lantas wajah mahasiswa yang baru dikenalnya dalam bus dirapatkan pada bagian yang paling dijaganya selama ini lantas dirasakannya bagian kehormatanya ini dicium dan dikunyah-kunyah oleh mahasiswa ini dnegan sanag bernafsu.

Wanita Partai  yang cantik ini hanya menggeliat-geliat sambil merintih rintih hebat  menahan birahinya, terlabih ketika Robby menarik turun celana dalamyang menutupi bagian tubuhnya yang paling dijaga ini, lantas dikunyah- kunyah kembali oleh mahasiswa ini, Dinda mengerang-ngerang penuh birahi.

Dinda sudah menikah lebih dari 5 tahun, namun baru sekarang inilah kemaluan wanita ini diciumi dan dikunyah-kunyah yang membuatnya terangsang hebat.

Dinda seuadh benar-benar lupa dengan statusnya sebagai istri sekaligus Kader Wanita Partai  sehingga wanita ini tak menolak ketika beberapa saat kemudian, Robby yang telah puas dangan kemaluan wanita ini melucuti seluruh pakaian yang elekat di tubuhnya.

Kamar Losmen ini menjadi saksi ketika seorang kader wanita Partai  yang alim ditelanjangi oleh laki-laki yang bukan suaminya, ketika jubah panjang berwarna hijau yang dipakai Dinda sejak dari Jogja dilucuti dan tergeletak di lantai kamar.

Disusul kemudian jilbab putih lebar yang menutupi kepalanya pun juga tergeletak di lantai, lantas celana dalam dalam dan BH juga kini teronggok di lantai. Kaus kaki dan rok dalam yang semula ikut menutupi bagian tubuhnya kini pun teronggok di samping jubah dan jilbab panjang itu. Dinda, seorang kader wanita Partai  yang cantik kini telanjang bulat di depan seorang mahasiswa yang bukan suaminya.

Robby terpesona melihat keindahan wanita yang kini terlentang bugil di atas ranjang. Mahasiswa ini nyaris tak percaya melihat dirinya mampu menelanjangi wanita yang semula dilihatanya sangat alim.
Sungguh, Dinda adalah seorang wanita yang nyaris sempurna.

Wajahnya lembut mirip Andi Merriem Mattalata, rambutnya hitam ikal dan oanjang tergerai hingga ke pundak. Kulitnya putih mulus dan sangat halus. Sepasang payudaranya juga montok membusung dnegan puting susu kemerahan yang kini mencuat tegak.

Perut ibu muda ini juga terlihat ramping nyaris tanpa kerutan. Kemaluan kader cantik Partai  ini sangat montok dengan belahan kemaluan yang kemerahan serta rambut kemaluan yang agak lebat. Disamping paha dan betis yang putih mulusyang kenacng dan padat.

Robby menjadi tak tahan. Mahasiswa ini segera melucuti seluruh pakaian yang melekat pada tubuhnya sebelum kemudian dia menindih Dinda yang tengah pasrah. Dinda sempat melirik penis besar Robby sebelum penis besar dan panjang itu mulai melesak ke dalam liang kemaluan wanita Partai  ini.

Dinda mengerang dan merintih kenikmatan saat dirasakannya penis Robbby menyusuri liang kemaluannya kian dalam, dan wanita ini harus membuka pahanya lebar-lebar karena baru kali ini kemaluan wanita berusia 32 tahun ini dimasuki penis yang besar dan panjang sperti milik Robby.

Tak berapa lama kemudian, ranjang losmen itu berderit -derit ketika Robby menaik turunkan pantatnya diatas kemaluan Dinda. Kini Robby i mulai menggerak-gerakkan penisnya naik-turun perlahan di dalam liang kamaluan wanita P  sempit yang hangat itu. L

iang itu berdenyut- denyut, seperti mau melumat kemaluannya. Rasanya nikmat sekali. Robby mendektakan mulutnya ke mulut Dinda. Mereka pun berciuman mesra sekali, saling menggigit bibir, bertukar ludah dan mempermainkan lidah di dalam mulut yang lain.

Tangan Robby juga menggerayangi payudara putih mulus yang sudah mengeras bertambah liat itu. Diremas- remasnya perlahan, sambil sesekali dipijit-pijitnya bagian puting susu yang sudah mencuat ke atas. Tangan Dinda membelai-belai kepala mahasiswa ini dengan lembut.

Pinggul wanita Partai  yang besar ini digoyang-goyangkan agar Robby merasakan kenikmatan di dalam selangkangannya. Sementara vaginanya sendiri mulai berlendir dan gesekan alat kelamin kedua manusia lain jenis ini itu menimbulkan bunyi yang seret-seret basah. "Prrttt... prrrttt... prrttt.. ssrrrtt... srrrttt... srrrrttt... ppprttt... prrrttt..."

Penis besar Robby memang terasa sekali, membuat kemaluan Dinda seperti mau robek. Vagina wanita berusia 32 tahun ini menjadi membengkak besar kemerah-merahan seperti baru melahirkan. Membuat syaraf-syaraf di dalam liang senggamanya menjadi sangat sensitif terhadap sodokankepala penis mahasiswa ini.

Sodokan kepala penis itu terasa mau membelah bagian selangkangannya. Belum lagi urat-urat besar seperti cacing yang menonjol di sekeliling batang kemaluan Robby membuat Dinda
merasakan nikmat yang luar biasa. Meski agak pegal dan nyeri tapi rasa enak di kemaluannya lebih besar. Ia merasakan seperti saat malam pertama.

Agak sakit tapi enak. Lendirnya kini makin banyak keluar membanjiri kemaluannya, karena rangsangan hebat pada wanita Partai  ini. Ketika Robby membenamkan seluruh batang kemaluannya,Dinda merasakan seperti benda besar dan hangat berdenyut- denyut itu masuk ke rahimnya.

Perutnya kini sudah bisa menyesuaikan diri tidak mulas lagi ketika saat pertama tadi mahasiswa ini menyodok-nyodokkan penisnya dengan keras.

Dinda kini mulai menuju puncak orgasme. Vaginanya mulai menjepit-jepit dengan kuat penis Robby. Kaki wanita Partai  ini diangkat menjepit kuat pinggang Robby dan tangannya menjambak-jambak rambur mahasiswa ini.

Dengan beberapa hentakan keras pinggulnya, Dinda memuncrakan cairan dari dalam lubang kemaluannya menyiram dan mengguyur kemaluan Robby disertai erangan panjang penuh kenikmatan. Setelah itu Dinda terkulai lemas di bawah tubuh berat Robby. Kaki wanita Partai  ini mengangkang lebar lagi pasrah menerima tusukan-tusukan kemaluan Robbyi yang semakin cepat.

Tanpa merasa lelah Robby terus memacu penisnya dan sesekali menggoyang-goyangkan pinggulnya. Sepertinya ia ingin mengorek-ngorek setiap sudut kemaluan wanita alim ini. Suara bunyi becek makin keras terdengar karena liang kemaluan Dinda itu kini sudah dibanjiri lendir kental yang membuatnya agak lebih licin.

Dinda mulai merasakan pegal di kemaluannya karena gerakan Robby yang bertambah liar dan kasar. Tubuhnya ikut terguncang-guncang ketika Rudi menghentak-hentakkan pinggulnya dengan keras dan cepat. "Plok.. plokk... ploll.. plookk... crrppp... crrppp... crrrppp... srrrpp... srrppp..." Bunyi keras terdengar dari persenggamaan keduanya itu. "Robby ouhhh pelan, ...!" desis Dinda' sambil meringis kesakitan.

Kemaluannya terasa nyeri dan pinggulnya pegal karena agresivitas Robby yang seperti kuda liar. Akhirnya Robby mulai mencapai orgasme. Dipagutnya leher jenjang Dinda dan ditekankannya badannya kuat-kuat sambil menghentakkan pinggulnya keras berkali-kali membuat tubuh Dinda ikut terdorong. Muncratlah air mani dari penisnya mengguyur rahim dan kemaluan wanita Partai  ini.
Karena banyaknya sampai-sampai ada yang keluar membasahi permukaan sprei ranjang losmen ini.

Setelah mencapai puncak kenikmatan keduanya terlentang lemas, sementara Dinda belum sepenuhnya menyadari keadaanya. Ketika kemudian kesadaran wanita Partai  ini perlahan mulai kembali, Robby
mengajkanya kembali bercumbu dan wanita ini tak kuasa menolaknya.

Akhirnya malam ini 3 kali Dinda disetubuhi Robby dan 3 kali pula wanita Partai  ini mencapai orgasme yang tak pernah didapatkan